SANGGAU – Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah rangkaian pelaksanaan Gawai Adat Dayak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sanggau, akhirnya masyarakat memasuki puncak Pekan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXII Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2026 yang secara resmi dibuka pada Selasa, 7 Juli 2026, di Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau.

Suasana pembukaan berlangsung semarak dengan dihadiri ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Nuansa adat Dayak yang kental terlihat dari penyambutan tamu kehormatan, pertunjukan seni budaya, hingga berbagai stan pameran yang menampilkan kekayaan budaya dan produk unggulan daerah.

Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si bersama Wakil Bupati Susana Herpena, S.Sos., M.H. menyambut hangat kedatangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., yang hadir sekaligus membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXII.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten, Uskup Keuskupan Sanggau, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Sanggau.

Mengusung tema “Dayak Lestari dan Bermartabat”, Gawai Nosu Minu Podi tahun ini kembali menegaskan komitmen Kabupaten Sanggau dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Dayak yang telah berlangsung secara konsisten selama 22 tahun. Lebih dari sekadar perayaan adat, Gawai merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat yang diterima, sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya leluhur.

Dalam unggahan di akun media sosial Facebook miliknya, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyampaikan apresiasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan panitia.

“Saya mengapresiasi berbagai perlombaan yang menjadi sarana mengenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda, sekaligus kehadiran UMKM yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat,” tulis Wakil Bupati.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa Gawai tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang memamerkan beragam produk lokal khas Kabupaten Sanggau.

Sebelum pelaksanaan Gawai tingkat kabupaten, seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau telah lebih dahulu menggelar Gawai Adat di wilayah masing-masing. Dari setiap kecamatan, para peserta terbaik dipilih untuk mewakili daerahnya dalam berbagai cabang perlombaan dan kompetisi seni budaya yang diselenggarakan pada Pekan Gawai Nosu Minu Podi tingkat kabupaten.

Ajang ini menjadi wadah bagi para seniman, budayawan, generasi muda, dan masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Semangat kompetisi yang sehat diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang bangga terhadap identitas budaya daerahnya.

Panitia pelaksana juga menginformasikan bahwa hasil seluruh perlombaan akan diumumkan setelah proses penilaian selesai. Informasi mengenai para pemenang akan disampaikan kepada masyarakat melalui kanal informasi resmi secepatnya.

Dengan semangat “Dayak Lestari dan Bermartabat”, Pekan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXII diharapkan terus menjadi agenda budaya yang memperkokoh identitas masyarakat Dayak, mempererat persatuan dalam keberagaman, serta menjadi daya tarik budaya dan pariwisata yang membanggakan Kabupaten Sanggau di tingkat regional maupun nasional.

Foto-foto dari Facebook Susana Herpena, S.Sos., MH wakil Bupati Kab. Sanggau


Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.