Aparat gabungan dari Polsek Sekayam bersama TNI dan masyarakat peduli api bergerak cepat melakukan pemadaman serta pendinginan terhadap lima titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada Senin (24/8/2026). Langkah respons cepat ini dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke area sekitarnya.
Sebaran Lokasi dan Luas Lahan yang Terbakar
Lima lokasi yang menjadi sasaran penanganan petugas gabungan tersebar di dua desa, yaitu Dusun Malenggang di Desa Malenggang serta Dusun Sei Tekam di Desa Sei Tekam. Petugas bersama warga mendatangi titik-titik kebakaran dengan membawa peralatan pemadaman sederhana yang tersedia di lapangan.
Di Dusun Malenggang, Desa Malenggang, terdapat tiga lokasi karhutla dengan luas masing-masing sekitar 0,5 hektare, 0,7 hektare, dan 0,6 hektare yang ditangani oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sekayam, personel Koramil, serta relawan warga setempat. Sementara itu, satu titik di Dusun Sei Tekam, Desa Sei Tekam, memiliki luas sekitar 1 hektare dan dipadamkan oleh Bhabinkamtibmas bersama relawan masyarakat. Satu titik tambahan lainnya di Dusun Malenggang dengan luas sekitar 0,5 hektare juga berhasil ditangani. Dengan demikian, total keseluruhan luas lahan yang menjadi sasaran pemadaman dan pendinginan mencapai sekitar 3,3 hektare.
Penggunaan Alat Sederhana dan Pendinginan
Dalam proses penanganan di lapangan, petugas menggunakan tiga unit alat penyemprot air jenis solo manual. Peralatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memadamkan bagian lahan yang masih menyala sekaligus melakukan pendinginan pada area yang telah berhasil dipadamkan.
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S. Sos., M.A.P., menyatakan bahwa respons cepat di lapangan sangat penting untuk mencegah karhutla berkembang semakin luas. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah merambat, sehingga setiap laporan atau temuan titik api harus segera ditindaklanjuti.
Sinergi Petugas dan Masyarakat
AKP Sutikno memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terlibat secara langsung membantu proses pemadaman. Sinergi antara Polri, TNI, dan relawan warga dinilai sangat diperlukan, khususnya dalam penanganan awal ketika kebakaran masih dapat dikendalikan dengan peralatan yang tersedia.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, seluruh lokasi tetap dimonitor guna mengantisipasi kemunculan kembali titik api maupun potensi perluasan karhutla. Saat ini, situasi di seluruh titik yang ditangani terpantau kondusif, sementara Polsek Sekayam terus melakukan koordinasi lintas sektoral serta penyelidikan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Sumber informasi: Kabar Sanggau (Pemerintah Kabupaten Sanggau)
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.