Perubahan zaman ternyata tidak hanya mengubah gaya hidup, teknologi, dan cara berkomunikasi, tetapi juga cara kita menyebut sesuatu. Istilah yang dulu sangat akrab di telinga generasi lama, kini mulai berganti dengan istilah yang terdengar lebih modern dan kekinian. Maknanya kadang hampir sama, hanya penyebutannya yang berbeda.
Dulu kita mengenal parsel, sekarang lebih sering disebut hampers. Termos kini banyak disebut tumbler, barang bekas disebut preloved, sementara kebiasaan membeli barang bekas dengan harga lebih terjangkau kini populer dengan istilah thrifting. Begitu pula istilah ngamuk yang sekarang sering disebut tantrum, pagar ayu menjadi bridesmaid, dan ngerumpi bisa terdengar lebih modern ketika disebut sharing.
Tidak berhenti di situ, istilah sederhana juga ikut berubah mengikuti tren. Coklat Pramuka yang dulu dikenal luas kini kadang disebut mahogany, hidup sederhana dan menikmati hal-hal kecil kini populer dengan istilah slow living, sedangkan gebetan lebih sering disebut crush. Bahkan kebiasaan ikut-ikutan tren kini memiliki istilah yang lebih populer, yaitu FOMO (Fear of Missing Out)—rasa khawatir tertinggal dari tren atau pengalaman yang sedang dilakukan orang lain.
Menariknya, pergantian istilah ini menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang mengikuti perubahan generasi. Ada istilah yang berasal dari bahasa Inggris, media sosial, budaya populer, hingga tren gaya hidup. Meski demikian, istilah lama tetap menjadi bagian dari kenangan dan identitas generasi sebelumnya.
Nah, kalau menurut Anda, istilah zaman dulu apa yang sekarang sudah punya sebutan baru? Jangan cuma membaca—ikut berbagi! Tulis istilah versi zaman dulu dan istilah kekiniannya di kolom komentar. Siapa tahu istilah yang Anda sebutkan justru sedang populer dan bisa menambah wawasan pembaca lainnya. Yuk, sama-sama update istilah zaman sekarang!
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

