Tubuh juga memiliki memori

Setiap “Sel” memiliki kesadaran – Perkataan ini saya kutip dari “Bruce Lipton” yang sontak membuat saya terkejut dan mendapatkan sebuah titik temu yang sering dikatakan ahli Hypnosis yaitu, Setiap Bagian Tubuh memiliki “Ego State”nya. Dikatakan pula memory tidak hanya tersimpan diotak tapi juga tersimpan diseluruh sel tubuh/Benda – morphogenic Field (Dr Rupert Sheldrake). Kalau kita runut semua bagian tubuh memiliki Trauma atau pengalamannya masing masing bukan hanya sebatas diotak, ada peran bagian tubuh/Benda masing masing.

Didalam kasus kehidupan, seseorang memiliki kesadaran mudah ringan tangan memukul orang lain, dia memiliki keinginan untuk berhenti tidak memukul orang lain disaat dia marah, orang itu melakukan Terapi pikiran untuk berhenti memukul. Namun disaat dia marah (Trigger) Tangannya bergerak sendiri untuk memukul. Kesadaran dipikiran orang itu sudah disembuhkan dengan Terapi untuk mengontrol tidak memukul.

Kesadaran (Ego State) yang berada dibagian Tangan atau sel diri belum dibuat berkerja sama dengan melakukan komunikasi dibagian Tangan tersebut untuk tidak memukul. Anehnya ketika Tangan orang itu diBorgol oleh Polisi dan Ancaman pemotongan tangan ketikaa memberikan Dampak ketakutan Pada Tangan sesudah keluar dari Tahanannya dia ketika marah bisa berhenti sendirinya untuk tidak memukul lagi.

Apa bukti sederhana bahwa bagian Tubuh memiliki kesadaran, dikebudayaan kita ada kebiasaan orang tua kepada anak, ketika anak kecil terjatuh terasalah sakit, orang tua yang melihat anaknya menangis, dielus bagian yang sakit oleh orang tuanya seketika sakit bisa mereda dibagian yang dielus dan diberikan komunikasi.

Emotional Freedom Techniqu (EFT) adalah salah satu teknik terapi yang melakukan Tapping (Ketukan) dan Afirmasi (Sugesti) dibagian tubuh tertentu untuk membuat merubah Prilaku, kesehatan, Mental yang diinginkan.

Dengan melakukan hal fisiology dan Sugesti tertentu kita dapat merubah kondisi fisik kita, kesehatan dan Mental kita. Kesadaran atau Memory bukan hanya berada pada diri manusia, ternyata berada juga diseluruh Benda yang berada di Alam Semesta.

Didalam kebiasaan kehidupan, berbicara dengan Tumbuhan ataupun pada binatang yang dipelihara atau yang disayang lumrah dilakukan. Ketika tanaman yang ketika disiram sering diajak bicara dan dielus elus dia menghasilkan buah yang banyak. Begitu juga binatang yang diberikan komunikasi dan perlakukan yang layak dia akan menjadi penurut dan sayang.

Apabila seseorang memiliki hambatan, terkadang bukan berada di bagian kesadaran pikirannya saja, namun bisa jadi ada trauma dibagian tubuh tertentu, atau kepada Benda tertentu yang terhubung dengan dirinya.

➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

Untuk meralat sesuatu yang keliru akibat memori yang menyakitkan di masa lalu, bisa juga menggunakan cara ho’oponopono yaitu sikap tanggung jawab kita terhadap semua yang terjadi. Silahkan baca e-book yang sangat penting ini.

HO’OPONOPONO

Beberapa hari ini ada teman di grup yang meminta saya sharing
tentang ho’oponopono. Awalnya ho’oponopono hanya saya anggap
sebagai alat membantu orang lain yang sedang mengalami masalah
emosi. Ternyata ho’oponopono jauh lebih penting dibanding hanya
itu. Selama beberapa jam tadi malam hp saya silentkan dan saya
berjalan jalan keliling kamar dan rumah.

Menyesali diri mengapa hal
sepenting ini tidak bisa saya lihat sejak dulu ? Kemudian saya
menulis sampai pagi, beberapa bahan saya ambil dari internet,
khususnya yang menyangkut nama nama tokoh. Kalau Anda cermati,
tulisan ini mungkin yang paling penting dari apa yang saya tulis
selama ini. Ini yang akan mampu mengubah Anda selama lamanya,
jika Anda mau melakukannya. Karena dunia tidak membayar apa
yang kita ketahui, dunia membayar apa yang kita lakukan.

Tulisan ini saya persembahkan kepada kakak saya Yu Reni yang hari
ini berulang tahun dan memulai kehidupan pensiunnya sebagai
pegawai negeri. Beliau sudah lama mempraktekkan ho’oponopono
ini untuk membantu adik adiknya. Semoga tulisan ini membantu
memperluas pengertian dan fungsi ho’oponopono. Saya juga
berterimakasih kepada teman di grup yang semalam mengingatkan
lagi agar supaya saya menulis tentang ho’oponopono.
Jika melihat tulisannya, Ho’oponopono pasti bukan berasl dari dalam
negeri.

Ada frase yang mirip di bahasa jawa yaitu ono opo ono opo
(ada apa ada apa), tetapi pasti bukan itulah asal kata ho’oponopono.
Ho’oponopono berasal dari bahasa Hawaii, dan ini adalah tehnik
tehnik kuno dari Hawaii yang ternyata bisa dibuktikan secara fisika
kuantum di jaman modern ini.
Inti dari ho’oponopono adalah pendapat bahwa kita bertanggung
jawab penuh untuk semua hal yang terjadi di dunia ini – penyakit,
perang, kekerasan, juga hal-hal baik seperti cinta kasih, kemajuan,
keputusan yang bijaksana, dan kebahagiaan.

Dr Ihaleakala Hew Len (salah satu pengarang buku Zero Limits) mengatakan kita memang
bertanggung jawab penuh atas kehidupan, dan kita dapat
menyelesaikan masalah dan menghilangkan emosi negatif dalam
kehidupan kita dengan cara memperbaikinya dengan pikiran kita. Ya
hanya dengan pikiran Anda. Teknik untuk mencapai ini disebut
Ho’oponopono dan itu adalah proses pengampunan, pengulangan,
dan perubahan masyarakat Hawaii kuno, digunakan untuk
memperbaiki hal-hal yang tidak beres dalam kehidupan seseorang
dan juga seisi alam semesta ini.

Memang mungkin terdengar tidak
masuk akal, tapi rupanya tanggung jawab pribadi adalah kenyataan
dan itu bisa mengubah keadaan. Dr Len mengatakan “Semua yang
terjadi di luar sana, semuanya ada sebagai bagian dari pikiran kita
sendiri.”
Ho’oponopono juga didasarkan kepada pendapat bahwa di dunia
kuantum ini, secara pikiran kita terhubung satu sama lain tanpa jarak
dan waktu.

Menurut Skip Ross, kebanyakan dari kita menderita penyakit yang
disebut PLOM atau Poor Little on Me atau merasa diri kita kecil. Kita
merasa sebagai korban keadaan, atau disebut victim syndrome.
Apapun yang terjadi pada diri kita, kita selalu menyalahkan pihak
lain di luar diri kita. Jika dipecat, kita salahkan perusahaan. Ketika
dagangan tidak laku, kita salahkan sistem perdagangan, kita salahkan
pemerintah. Ketika kita bangkrut, melihat ummat seagama miskin,
kita salahkan agama lain, kita salahkan sistem.

Ketika melihat orang
pribumi miskin, kita salahkan etnis lain. Semua kita salahkan kecuali
diri kita dan golongan kita sendiri. Menurut Skip Ross PLOM ini
penyakit yang sangat menular.
Ho’oponopono sangat berkebalikan dengan PLOM. Dalam konsep
ho’oponopono, kita justru mengambil tanggung jawab atas seluruh
kejadian di dunia ini. Kita memutuskan bahwa pikiran kita ikut
bertanggung jawab atas terjadinya kejadian itu.

Atas sakitnya seseorang, atas marahnya seseorang, atas miskinnya seseorang, atas
dan kita bisa membantu merubahnya dengan pikiran kita pula.


Dalam bahasa Hawaii, Ho’o berarti “menyebabkan” dan Ponopono
berarti “kesempurnaan”. Singkatnya definisi Ho’oponopono adalah
sebuah proses pelepasan energi yang bersifat racun dalam diri Anda
untuk mengizinkan munculnya dampak gagasan, kata, perbuatan, dan
tindakan Sang Ilahi. Dr. Hew Len menjelaskan, “Secara sederhana
arti Ho’oponopono adalah ’membetulkan’ atau ’meralat sebuah
kekeliruan’.

Menurut orang Hawaii kuno, kekeliruan timbul dari
pikiran-pikiran yang dicemari kenangan yang menyakitkan dari masa
lalu. Ho’oponopono menawarkan sebuah cara untuk melepaskan
energi pikiran yang menyakitkan atau kekeliruan ini, yang
mengakibatkan ketidakseimbangan dan penyakit.” Ho’oponopono
pada awalnya banyak dikenal sebagai sebuah seni dalam pemecahan
masalah keluarga di Hawaii.

Dalam perkembangan selanjutnya,
Morrnah Nalamaku Simeona, seorang Khuna La’au Lapa’au atau
penyembuh, memperkenalkan cara penemuan identitas diri melalui
Ho’oponopono. Penemuan Identitas Diri melalui Ho’oponopono
dilakukan dengan cara mengambil alih sepenuhnya atas apa pun yang
terjadi di dalam kehidupan kita.
Apa Pentingnya bagi Kita untuk Mengambil Alih Tanggung
Jawab Sepenuhnya?
Bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan, berarti kita terus
menerus melakukan pembersihan memori-memori (ingatan), yaitu
data-data buruk yang tersimpan di alam bawah sadar kita.

Pembersihan memori yang kita lakukan ini akan membawa kita pada
“Titik Nol”. Menurut Morrnah, titik nol adalah sebuah kondisi saat
kita menjadi “bersih” dan di mana segala sesuatunya berjalan dengan
sempurna. Ini adalah saat kita merasa sangat dekat dengan Tuhan.
Dalam berbagai kisah spiritual, kondisi ini diibaratkan sebagai Surga,
Taman Firdaus, Taman Eden, tempat Adam dan Hawa pada awal
mulanya diciptakan dan hidup.

“Titik Nol” adalah kondisi saat kita menjadi sempurna dan dapat
mendengar suara Tuhan, mendapatkan suatu pencerahan. Sangat sulit
bagi sebagian besar orang untuk mencapai kondisi “Titik Nol” ini.

Dititik inilah kita memiliki vibrasi dengan energi yang tertinggi yaitu
700 – 1000 atau 10 pangkat 700 (lihat skala vibrasi), dengan emosi
yang tak terlukiskan. Apapun yang kita pikirkan dan inginkan akan
dengan mudah tercapai. Ibaratnya kita berteriak dengan speaker yang
berkekuatan tinggi. Yang dari tempat jauhpun mendengar permintaan
kita dan memberikan ke kita.

Jika Anda menderita sakit PLOM, atau victim syndrome, akan
nampak jelas dari pembicaraan Anda yang menyalahkan apa saja.
Nampak dari tindakan tindakan Anda di medsos, menyebar berita
negatif tentang segala sesuatu. Kira kira Allah mau apa tidak
menitipkan hal hal besar kepada orang yang seperti itu ? misalnya
harta yang banyak dan kebahagiaan yang besar? Seperti yang
beberapa kali saya tulis, sangat erat hubungan antara mereka yang
suka menyalah nyalahkan orang atau pihak lain dengan kondisi
ekonomi, keuangan dan kebahagiaannya.

Sekarang bayangkan, dengan melakukan ho’oponopono, Anda
mengambil alih tanggung jawab atas semua kejadian di luar Anda itu
secara pribadi. Menjadi tanggung jawab Anda. Jangankan kondisi
Anda sendiri, kondisi orang lain saja Anda mau mengambil tanggung
jawabnya. Anda mau meminta maaf, Anda mau merasakan
penyesalan atas apa yang terjadi.

Kira kira apa yang akan diberikan
oleh kehidupan ini kepada Anda? SEMUA YANG ANDA MAU,
SEMUA YANG ANDA INGINKAN !!. Dengan syarat, Anda harus
mencapai “Titik Nol” dulu. Tidak mudah mencapai “Titik Nol”, karena sejak awal mula
penciptaan hingga saat ini, memori alam semesta terus terakumulasi
di dunia ini.

Dengan demikian, sudah tidak terhitung lagi banyaknya
rekaman data di dunia ini. Semakin banyak rekaman yang
terakumulasi, membuat kita semakin sulit untuk mencapai “Titik
Nol”. Karena rekaman-rekaman ini selalu mengambang dan
bergerak-gerak di sekitar kita sehingga membuat pikiran kita terus
menerus bereaksi terhadapnya. Inilah yang biasanya menyebabkan
kebanyakan orang sangat sulit untuk mencapai “Titik Nol”. Apalagi
jika Anda berada di lingkungan yang memihak sesuatu dan
membenci yang lain. Semakin sulit untuk mencapai “Titik Nol”.

FAQ

Apakah Ho’oponopono Bisa Membantu Membersihkan Ingatan
Negatif?

Sangat bisa. Untuk membersihkan sebuah rumah yang kotor dan
dipenuhi oleh debu kita memerlukan sebuah “alat pembersih”.
Seperti halnya sebuah rumah, untuk membersihkan diri kita dari
memori-memori negatif yang merugikan, maka kita juga
memerlukan sebuah “alat pembersih”.
Dan Ho’oponopono dapat
membantu kita membersihkan pikiran-pikiran negatif itu.
Ketika orang menggunakan “alat pembersih” ini, dan
mempraktekkannya, maka akan semakin banyak memori yang dapat
dibersihkan di dunia ini. Setiap kali orang mempraktekkan
Ho’oponopono, maka setiap memori buruk yang ada akan
dibersihkan dan dilepaskan untuk dibersihkan oleh Tuhan, dan
dihapuskan dari diri kita. Dan ketika sebuah ingatan negatif
dihapuskan oleh Tuhan dari diri Anda, berarti memori itu telah
dihilangkan dari database alam semesta ini.

Bagaimana Cara Kerja Ho’oponopono Membersihkan Memori
Negatif?

Dengan mempraktekkan Ho’oponopono, maka diri serta pikiran kita
akan terus menerus diingatkan sehingga pikiran kita secara otomatis
selalu memfilter dan membersihkan pikiran-pikiran negatif yang
muncul. Pikiran-pikiran negatif seperti kekhawatiran, menghakimi,
iri hati, menang sendiri, dan lain sebagainya. Semakin kita
membiarkan diri kita hidup dalam pikiran-pikiran negatif itu, dan
menumpuknya dari hari ke hari, ini akan menyebabkan diri kita
semakin jauh dari Tuhan, seakan-akan kita mengatakan pada Tuhan
bahwa kita tidak membutuhkan bantuan-Nya.
Ho’oponopono bisa digunakan untuk keperluan apa saja.
Menyembuhkan diri sendiri, menyembuhkan orang lain,
memperbaiki kondisi ekonomi Anda, memperbaiki kondisi ekonomi
orang lain. Semuanya terpusat kepada diri Anda sendiri. Jadi jangan

pernah mengatakan kepada orang lain untuk :”Tolong saya di
ho’oponopono”, karena Anda sendirilah yang bisa melakukan
ho’oponopono kepada Anda, meskipun tentu saya juga bisa
melakukan itu kepada Anda dan Anda bisa melakukannya kepada
saya. Intinya adalah berikan kepada orang lain, jangan meminta
dari orang lain. Anda ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi
pada orang lain, jangan berpikir orang lain bertanggung jawab atas
apa yang terjadi pada Anda sehingga Anda minta di ho’oponopono
olehnya.

Tidak ada tehnik yang sempurna pada ho’oponopono, karena hal hal
pentingnya ada di pikiran Anda, sehingga lakukan saja sebisa Anda
pada semua situasi. Tetapi kira kira begini tehniknya :

  1. Lakukan relaksasi, ambil nafas dalam beberapa kali. Lakukan 3-
    5 kali dengan pernafasan meditasi 6-4-8. Mengambil nafas 6
    hitungan, tahan nafas 4 hitungan dan mengeluarkan nafas 8
    hitungan. Atau sering disebut sebagai NAFAS SADAR yang
    mampu menurunkan gelombang otak kita. Bisa dilakukan dengan
    posisi apa saja, mau duduk, bersila, tiduran bahkan
    menunggingpun silahkan karena itu bukan hal terlalu penting.
    Kecuali sambil berolah raga karena Anda tentu tidak bisa relaks
    saat berolah raga. Tetapi kalau olahraganya jalan kaki atau
    treadmill ya silahkan saja, tentu bukan nafas 6-4-8 yang Anda
    lakukan saat treadmill.
  2. Setelah merasa relaks, maka fokus pada apa yang ingin Anda
    sempurnakan atau perbaiki :
    a. Misalnya ingin menyembuhkan penyakit Anda, fokus
    pada organ-organ yang sakit kemudian lakukan
    ho’oponopono. Setiap titik lakukan 3 kali. Yang
    dimaksud titik adalah rasa sakit, organ, baik yang sakit
    maupun yang tidak. Mungkin yang sakit perlu dilakukan
    lebih banyak.
    b. Anda terlalu gemuk, fokus ke lemak-lemak Anda dan
    lakukan ho’oponopono. Tubuh Anda akan
    Hooponopono – dr.Sigit Setyawadi SpOG Page 7
    menyempurnakannya. Mereka akan membuatnya lebih
    mudah bagi Anda untuk menghilangkan lemak lemak itu.
    c. Anda marah, kecewa, sedih, fokus ke kemarahan,
    kesedihan dan kekecewaan, ke penyebabnya dan lakukan
    ho’oponopono.
    d. Anda ingin membantu teman yang sedang marah, emosi
    atau sakit, pikirkan dia dan penyakitnya, lakukan
    ho’oponopono. Ini sudah lama dilakukan ahli jiwa di
    Hawaii. Dokter bahkan tidak berinteraksi langsung
    dengan pasien. Dia hanya melihat pasien dari luar,
    meningkatkan rasa empatinya, kemudian masuk kamar
    (kamar dokter, bukan kamar pasien) dan melakukan
    ho’oponopono sambil melihat foto foto pasien.
    e. Anda ingin hutang hutang Anda lunas, pikirkan hutang
    Anda dan lakukan ho’oponopono, pikirkan penghutang
    Anda dan lakukan ho’oponopono, pikirkan kesedihan
    Anda atau ketakutan Anda ditagih hutang dan lakukan
    ho’oponopono. Pokoknya apapun yang menurut Anda
    ada hubungannya dengan hutang Anda, lakukan
    ho’oponopono.
    f. Anda menginginkan sesuatu, pikirkan itu dan lakukan
    ho’oponopono. Anda terlalu menginginkan sesuatu, Anda
    fokus pada keinginan yang menggebu nggebu itu dan
    lakukan ho’oponopono. Bawa semua ke titik nol.
    g. Yang penting lakukan kepada apapun yang menyebabkan
    keseimbangan hidup Anda terganggu. Kemiskinan,
    kesakitan, kekecewaan, kebencian pada sesuatu, ketidak
    senangan, iri hati, dengki, apapun itu, lakukan
    ho’oponopono.
  3. Melakukan ho’oponopono adalah mengucapkan 4 kalimat ini
    secara berturut turut sambil fokus pada hal hal yang ingin Anda
    sempurnakan atau netralkan tadi. Berapa kali ? terserah Anda,
    bisa puluhan kali tergantung Anda sendiri.
    a. “Aku mencintaimu”
    b. “Tolong maafkan aku”
    c. “Aku menyesal sekali”
    d. “Terimakasih”
  4. Coba kita telaah satu persatu setiap kata yang nampak sederhana
    itu :
    a. “Aku mencintaimu”. Ini adalah kata terampuh dari 4
    kata tadi. Kalau Anda lupa yang lain dan hanya
    mengucapkan ini, tidak masalah. Disini Anda
    menyatakan diri mencintai apapun yang menimpa Anda.
    Mencintai apapun yang membuat Anda sakit, mencintai
    apapun dan siapapun yang Anda benci, dan mencintai
    apapun yang Anda sukai atau inginkan. Anda perlu
    lakukan ini pada mereka yang Anda benci, baik yang
    memang bersalah ke Anda atau hanya karena kebencian
    itu dimasukkan ke pikiran Anda oleh pihak lain yang
    membungkusnya dengan agama, kepercayaan atau
    tradisi. Banyak kebencian atau ketakutan yang
    ditanamkan di pikiran kita tanpa mengerti asal usulnya
    dan telah membuat ketidak seimbangan hidup kita.
    Padahal Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk
    saling menyayangi antar sesama manusia. Tetapi politik
    dan persaingan telah merusaknya.
    b. “Tolong maafkan aku”. Orang bodoh akan pura pura
    tidak faham dan tidak meminta maaf meskipun tahu
    bersalah. Orang biasa akan meminta maaf jika merasa
    bersalah. Orang yang luar biasa akan meminta maaf
    meskipun tidak merasa bersalah, sepanjang ada orang
    yang tersakiti olehnya. Ini Anda meminta maaf kepada
    orang lain atas apa yang terjadi padanya, meskipun tidak
    ada hubungannya dengan Anda.
    Hooponopono – dr.Sigit Setyawadi SpOG Page 9
    c. “Aku menyesal sekali”. Ini hampir sama dengan
    penjelasan nomor 2, lebih dari meminta maaf, Anda
    menyesali sesuatu yang tidak Anda lakukan tetapi terjadi
    pada orang itu.
    d. “Terimakasih”. Orang biasa akan berterimakasih atas
    apapun yang mereka terima, orang luar biasa akan
    berterimakasih pada kondisi apapun yang diterima, baik
    hal baik maupun hal buruk. Disini, Anda melampaui itu
    semua.

    Sigit Setyawadi

Pos Terkait:

Komentar