MUNJONG : IKON BUDAYA DAYAK TOBAG

Dalam Raker DAD Kec. Tayan Hilir pada  Sabtu, 15 Februari 2020, muncul ide dan diskusi serius tentang ikon budaya suatu daerah atau suku di kecamatan Tayan Hilir. Diskusi hangat ini terjadi karena dua hal. Pertama, muncul kegalauan yang melanda batin masyarakat Dayak di kecamatan Tayan Hilir atas  pencaharian  identitas budaya yang belum menemukan diri sejati. Sebenarnya diri sejati itu sudah ada secara alamiah bersamaan dengan adanya budaya itu sendiri, tetapi belum mendapat legitimasi publik. Kedua,  kerinduan dan harapan yang ditaruhkan pada DAD untuk menggali, mengidentifikasi, dan memproklamasi diri sejati itu…

Selengkapnya...

DAD Tayan Hilir Perjuangkan Reklamasi Ke Perusahaan Tambang

Dalam acara Sosialisasi PT Kapuas Bara Mineral dengan masyarakat desa Melugai dan desa Emberas, DAD diundang dalam kapasitas sebagai perwakilan masyarakat adat. Undangan ini entah karena formalitas atau tulus, saya memaknai sebagai sebuah pengakuan akan peran lembaga adat dalam aspek sosial ekonomi dan adat istiadat. Pada kesempatan sambutan, Camat Tayan Hilir, Bpk. Lovianus sangat bagus mengutarakan buah pikirannya. Pertama beliau menanyakan legalitas formal dan kultural atas ijin operasional perusahaan. Kedua, beliau berharap kehadiran perusahaan harus mempunyai dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja, membuat jalan…

Selengkapnya...

Struktur Kepengurusan DAD Tayan Hilir periode 2019-2025

Tidak ada yang disembunyikan semua demi kebenaran dan transparansi demikianlah pernyataan ketua DAD Tayan Hilir periode 2019-2025 pak Victorianus Yanto Laung. Berikut struktur para aktivisi sosial kepengurusan Dewan Adat Dayak kecamatan Tayan Hilir: VISI: Bersama Mengembangkan dan Memperkuat DAD secara Internal dan Eksternal MISI: Meningkatkan transparansi keuangan dengan membuat laporan rutin dan audit berkala. Mengembangkan Sumber Daya Manusia dengan memberikan pelatihan untuk pengurus adat serta animasi budaya Dayak untuk kaum muda Mengembangkan Budaya Orang Dayak di Kec. Tayan Hilir dengan menggali tradisi lisan ke tradisi tulisan dalam bingkai IT seperti…

Selengkapnya...

Gebrakan DAD Tayan Hilir terkait rekrutmen tenaga kerja BUMN PT Antam dan PT ICA

Tayan Hilir, Selasa 3 Desember 2019. Victorianus Yanto Laung ketua DAD Tayan Hilir bersama kepala desa Nadi kades Tebang Benua, Toni Kades Sungai Jaman, Bison Kades Bunut, Kilung kades Cempedak, Loleksius kades Sejotang, Atin kades Subah, divisi hukum DAD Alung dan Anton dan beberapa tokoh Dayak lainnya tatap muka berkunjung atau audiensi dengan PT. Antam dan ICA. Terkait permasalahan yang kerap merugikan putra daerah. Hasil audiensi diresum sebagai berikut: Tenaga Kerja PT. Antam adalah korporasi BUMN, maka dalam rekrutmen tenaga kerja mengikuti regulasi pemerintah yaitu mengikuti ujian secara nasional, terutama…

Selengkapnya...

Liputan spesial pengukuhan Ketua DAD Tayan Hilir

Tayan Hilir, Paroki Santo Petrus Kanisius dilaksanakan pengukuhan Ketua Dewan Adat Dayak Kec. Tayan Hilir Kab. Sanggau terpilih beserta jajaran pengurus masa bhakti 2019-2024. Acara dimulai dengan gladi bersih untuk persiapan pengukuhan yang dilakukan oleh ketua Dewan Adat Dayak Drs. Yohanes Ontot, M.Si Turut hadir dalam acara: Wakil Bupati Drs. Yohanes Ontot, M.Si sebagai Ketua DAD Kab. Sanggau Wakil Ketua DPRD Sanggau Acam, SE sebagai ketua DAD Tayan Hilir sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-Pemdes) Siron, S.Sos sebagai wakil ketua DAD Kab. Sanggau Romo/Pastor Ryan Pastoran Paroki…

Selengkapnya...

Yanto Laung : Bisnis alternatif di tengah krisis

Tebang Benua, Karet, bakwan maupun getah, sebagai penyangga utama ekonomi rumah tangga mayoritas masyarakat Dayak di kecamatan Tayan, mengalami stagnasi harga selama beberapa tahun terakhir ini, bahkan cendrung menurun dalam beberapa bulan terakhir ini. Harga per tanggal 28 September 2019 di kios desa Tebang Benua adalah Rp. 5.700,-/kg. Bila dibandingkan komoditi industri, kita mengalami inflasi lokal yang sangat tinggi. Bandingkan untuk membeli 1 liter bensin, kita butuh 1,4 kg karet. 1 cangkir kopi di warung kita harus jual 0,96 kg karet. Bahkan bila dibandingkan dengan komodi lokal lain, seperti beras…

Selengkapnya...