Krisantus mengusulkan pembebasan 6 petani ladang di Sintang, dibebaskan oleh pemerintah pusat

Krisantus Kurniawan, S.IP, M.Si dengan tegasnya mengatakan penjawab pertanyaan pertemuan minggu lalu mengapa ada kabut asap di Kalbar adalah karera gawai Dayak serentak adalah menyontek pernyataan Sutopo yang kena adat pada tanggal 4 September 2019. Pak Krisantus menjelaskan bahwa kabut asap bukanlah karena tradisi Dayak membakar ladang apalagi gawai tapi karena ulah perusahaan yang membakar lahan tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Tradisi Dayak membakar ladang untuk bertahan hidup dari jaman nenek moyang dan dari dulu tidak ada kabut asap tapi semenjak banyak perusahaan perkebunan maka dampak sangat terasa karena mereka menyalip…

Selengkapnya...

Suara Krisantus Kurniawan ketika Komisi IV rapat dengan menteri Pertanian

Komisi IV DPR RI melanjutkan rapat dengan menteri pertanian pak Syahrul Yasin Limpo, inilah momen kesempatan pak Krisantus mengemukakan dunia pertanian di Kalimantan Barat yang menyangkut topik inti yaitu Beras, Sawit dan Karet. Pak Krisantus pertama-tama mengucapkan salam Dayak “Adil Ka Talino, Bacuramin ka saruga basengat ka Jubata”. Pak Krisantus mengatakan bahwa Kalimantan Barat yang memiliki luas 1,5 pulau Jawa tapi selalu kekurangan beras sekitar 5500 ton/bulan dan defisit 213.160 Ton/tahun dan Pak Krisantus sambil tersenyum mengatakan jika petani Jawa boikot tidak mau jual beras ke Kalbar maka kami orang…

Selengkapnya...