Akhirnya penceramah minta maaf terkait lagu Balonku dan Naik-naik gunung

Alhamdulillah akhirnya beliau minta maaf. Kita terima permintaan maafnya. Semoga tidak banyak lagi ustadz yang “asal bunyi” dan melakukan pembodohan massal. Jika menafsirkan lagu anak-anak saja bisa ngawur begini maka bagaimana dia bisa menafsirkan teks formal keagamaan (yang biasanya disebut dengan istilah kitab suci) yang penuh dengan metafora dan bahasa simbol itu? Ditunggu permintaan maaf dari para ustadz asal bunyi yang lain seperti bang Toyib yang bilang Pancasila ada di pantat (dan berbagai makian lainnya), ustadz ganteng yang bilang corona tentara Allah, ngucap hari Ibu haram, drama korea haram, ngopi…

Selengkapnya...