Suripman Prasetyo: Saya Percaya Jokowi

Seiring berjalannya New Normal Presiden Joko Widodo sudah meracik formula apa yang membuat pemulihan ekonomi secepatnya direalisasikan. Mengambil keputusan yang tepat dengan memilih orang orang Hebat untuk dikombinasikan agar kekayaan sumber daya alam ( SDA) benar benar dinikmati untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Mengingat ada sumber daya alam yang sedang menjadi perhatian Dunia maka presiden langsung tancap gas.

Adalah Tiga sosok ciamik yang sudah tidak bisa diragukan lagi Sri Mulyani Indrawati siapa yang tidak mengenal beliau sebagai pengatur keuangan yang hebat, mantan Direktur pelaksana Bank dunia ini mampu membawa perekonomian Indonesia tumbuh ditengah pandemi covid 19 sebesar 2,97 persen tertinggi dari di 8 negara. Tidak hanya itu Bu Sri juga bisa memberi sentimen positif terhadap pasar global sehingga nilai tukar rupiah terhadap US$ merajai di Asia. Keberanian Ibu Sri Mulyani Indrawati dalam menarik aset keluarga Cendana menjadi modal penting untuk kembali melawan mereka.

Erick Thohir seorang pengusaha sukses yang pernah menjadi pemegang saham Club’ sepakbola raksasa Inter Milan di liga seri A Italia, tentu paham betul cara berbisnis di negara piza tersebut yang sarat dengan para mafia. Tidak salah jika pak Jokowi menempatkan pak Erick sebagai menteri BUMN karena ditempat ini para mafia bersarang dan mengeruk keuntungan sehingga negara selalu dirugikan. Benar saja belum genap setahun beliau menjabat sebagai menteri BUMN sudah beberapa perusahaan plat merah ini dirombak dan dibuat lumpuh para mafianya. Hasilnya perusahaan pun bisa meraup keuntungan Trilyunan. Berkat pengalamannya berbisnis di negara Italy beliau paham betul cara kerja mafia maka presiden Jokowi memberi mandat sepenuhnya terhadap pak Erick untuk terus bersih bersih termasuk PT Telkom yang akan menjadi sasaran selanjutnya. ( Patner yang bagus bersama Bu Sri Mulyani ) Basuki Tjahaja Purnama selain benci dengan koruptor pak Ahok juga seorang yang sangat cermat dan transparan dalam mengelola anggaran.

Tidak heran jika saat beliau menjabat sebagai gubernur DKI birokrasi di Jakarta begitu rapi dan segala penyerapan APBD DKI mudah diakses publik untuk meminimalisir proyek proyek fiktif. Begitupula saat ini beliau menjabat di komisaris Pertamina Persero pada awal pak Ahok menjabat yang pertama kali dilakukan adalah merombak sistem perusahaan dimana sistem yang dijalankan pak Ahok untuk menutup celah para mafia yang bermain di internal perusahaan. Benar saja dengan sistem yang baru saat ini ada 11 direksi Pertamina dirampingkan menjadi 5 direksi artinya sistem yang dijalankan oleh pak Ahok mampu membuat perusahaan lebih efesien. Jika perusahaan Pertamina Persero ini sehat dan bebas mafia, maka setoran ke kas negara juga tinggi bisa digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Terutama untuk daerah.

#SayaPercayaJokowi

Suripman Prasetyo

Pos Terkait:

Komentar