Lompat ke konten

Saham Ambruk Gara-Gara MSCI, Menteri Purbaya: Jangan PANIC SELLING!

  • oleh

Sanggauinformasi.com. Gejolak pasar saham yang terjadi belakangan ini membuat sebagian investor ritel kelabakan. Sejumlah saham tambang seperti BUMI, DEWA, dan PTRO bahkan mengalami macet total di level ARB, akibat aksi panic selling yang terjadi secara masif. Padahal, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kondisi ini bukanlah krisis ekonomi, melainkan murni persoalan psikologi pasar.

“Tidak perlu panik. Ini hanya reaksi psikologis akibat pengumuman MSCI,” tegas Purbaya. Ia menilai respons pasar kali ini terlalu berlebihan, seolah-olah sedang menghadapi economic crash, padahal tidak ada fundamental perusahaan yang berubah atau memburuk secara signifikan.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh investor pasar modal R. Noto Widjojo. Ia menilai kepanikan ritel justru memperparah kondisi pasar. Banyak investor melakukan cut loss secara serempak, menjual saham di harga ARB tanpa analisis, hingga akhirnya tidak ada yang berani membeli.

“Kalau dilihat secara riil, tidak ada kerugian perusahaan. Ini murni masalah psikologi. Tapi reaksi pasar seolah-olah dunia mau runtuh,” ujarnya.

Berbeda dengan mayoritas pelaku pasar yang panik, Noto justru mengaku tetap tenang dan memilih memborong saham di harga hancur. Menurutnya, kondisi seperti ini adalah kesempatan emas yang jarang terjadi.

“Bagi saya ini diskon besar-besaran. Kapan lagi dapat harga semurah ini? Saya borong semua. Paling cepat satu minggu, paling lama sebulan, saham-saham ini akan rebound, bahkan bisa lebih tinggi dari sebelumnya,” katanya optimistis.

Ia juga mengingatkan prinsip investasi klasik ala Warren Buffett: be greedy when others are fearful. Menurut Noto, crash seperti ini belum tentu terulang dalam waktu dekat, bahkan bisa jadi tidak ada lagi setahun ke depan.

Dengan nada satir, Noto menyebut kepanikan investor ritel justru menjadi hiburan tersendiri bagi para pemilik perusahaan besar. “Para konglomerat yang punya emiten itu malah santai, tertawa lebar di lapangan golf. Mereka tahu ini hanya sementara,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Noto menyampaikan pesan menohok namun penuh makna kepada investor ritel agar lebih rasional dalam mengambil keputusan.

“Tenang saja. Uang bisa dicari lagi. Tapi kalau jantung kumat karena panik, repot urusannya. Jangan sampai pasar merah, UGD ikut penuh,” tutupnya. Pasar boleh bergejolak, tetapi akal sehat dan analisis fundamental tetap harus di depan. Panic selling bukan solusi—justru sering menjadi pintu masuk bagi investor berpengalaman untuk mengambil peluang.


Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Dalam era digital yang terus berkembang, keberadaan media online independen semakin penting untuk memberikan informasi yang terpercaya dan up-to-date. Salah satu platform yang berkontribusi memberikan informasi valid di Kabupaten Sanggau adalah SanggauInformasi.com. Media ini telah muncul sebagai sumber informasi yang memuat berita mengenai pejabat, politik, kepala desa, artis, tokoh masyarakat, serta informasi barang dan jasa.

Free counters!

Jam Dinas

Start online 2019. Powered By Jason Agency.
Hosting By Hostinger.