SANGGAU – Suasana penuh sukacita dan kebanggaan budaya mewarnai kegiatan Peresmian Rumah Betang “Roming Pangokng Macan Minae” yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Bogawae Adat Norek Inek Mino Podi Ke-1 di SP II Mukok, Desa Tri Mulya, Kecamatan Mukok, pada 5–6 Mei 2026.
Kegiatan adat yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Dayak dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat nilai-nilai budaya dan persatuan di tengah perkembangan zaman. Rumah Betang yang diresmikan menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, serta identitas masyarakat adat yang tetap kokoh diwariskan kepada generasi muda.








Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Kabupaten Sanggau Susana Herpena, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Kancilkus, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Marten Luter, serta Anggota DPR RI Paolus Hadi.
Dalam sambutannya, para tokoh yang hadir menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam mempertahankan adat dan budaya Dayak. Mereka menilai keberadaan Rumah Betang bukan hanya sebagai bangunan fisik, melainkan lambang persatuan, gotong royong, serta tempat tumbuhnya nilai-nilai kehidupan masyarakat adat.







Wakil Bupati Kabupaten Sanggau Susana Herpena menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat. Menurutnya, budaya lokal merupakan kekayaan daerah yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki mengungkapkan rasa bangganya melihat kekompakan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan adat tersebut. Ia berharap Rumah Betang “Roming Pangokng Macan Minae” dapat menjadi pusat kegiatan budaya, pendidikan adat, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Kegiatan Bogawae Adat Norek Inek Mino Podi Ke-1 juga diisi dengan berbagai rangkaian adat, pertunjukan seni budaya, tarian tradisional, ritual adat, hingga jamuan kebersamaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah.
Kehadiran para pejabat daerah hingga nasional dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi budaya Dayak di Kabupaten Sanggau, khususnya di Kecamatan Mukok. Masyarakat berharap kegiatan adat seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai warisan budaya yang membanggakan dan mempererat persatuan masyarakat adat.
Aliang Liyang
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

