Sanggauinformasi.com. Jika kita amati lebih dalam, kebanyakan orang yang sukses dalam bisnis maupun karier ternyata memiliki satu kesamaan penting: mereka pemberani. Bukan sekadar pintar, bukan pula hanya karena modal besar, tapi karena berani mengambil risiko besar dengan perhitungan manfaat yang juga besar..
Dalam istilah Jawa, sikap ini sering digambarkan dengan ungkapan “Mukti utawa Mati, Cacing utawa Naga.”
Artinya jelas: kalau melangkah, ya sekalian untuk naik kelas. Kalau gagal, siap menanggung konsekuensinya. Tidak setengah-setengah.
Pemberani Itu Menghitung, Bukan Asal Terjang
Pemberani berbeda dengan orang nekat.
Orang pemberani:
- Berani mengambil risiko besar
- Karena melihat manfaat yang juga besar
- Melakukan perhitungan, analisis, dan persiapan
- Siap bertanggung jawab atas hasilnya
Mereka tahu bahwa pertumbuhan besar hampir selalu menuntut zona nyaman yang ditinggalkan. Bisnis besar tidak lahir dari keputusan kecil. Karier melonjak tidak datang dari pilihan aman terus-menerus.
Nekat Itu Berbahaya
Sebaliknya, orang nekat sering kali keliru memahami keberanian.
Ciri orang nekat:
- Berani mengambil risiko besar
- Tapi manfaatnya kecil
- Tanpa perhitungan matang
- Prinsipnya: “Tabrak saja dulu!”
Dalam bahasa Jawa, tindakan seperti ini disebut “Ora Kurup” — tidak sepadan, tidak masuk akal, not worth it.
Nekat bukanlah keberanian, melainkan kecerobohan yang dibungkus percaya diri. Dan sayangnya, banyak kegagalan besar justru lahir dari kenekatan, bukan dari keberanian sejati.
Kunci Pembeda: Nilai Manfaat vs Risiko
Pertanyaan penting sebelum mengambil keputusan besar bukanlah:
“Berani atau tidak?”
Tapi:
“Apakah manfaatnya sepadan dengan risikonya?”
Orang sukses berani karena mereka melihat peluang kenaikan kelas: dari cacing menjadi naga, dari biasa menjadi luar biasa. Sementara orang nekat sering hanya mengejar ego sesaat, tanpa arah jangka panjang.
Penutup
Keberanian adalah kualitas penting menuju sukses, tetapi keberanian tanpa kebijaksanaan hanyalah kenekatan.
Jadilah pemberani yang siap mukti, bukan nekat yang berujung rugi.
Berani besar, silakan. Tapi pastikan tujuannya juga besar dan masuk akal.
Karena dalam hidup dan bisnis, yang dihormati bukan sekadar keberanian, melainkan keberanian yang “kurup”.
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

