Nikodemus Niko : Timawa Tamputn Juah

Dayak Muara atau dalam bahasa Muara disebut OBIH NENGUH berasal dari TIMAWA TAMPUTN JUAH dekat Segomon Kecamatan Sekayam. Pada zaman dahulu kala kira-kira pada abad ke-IV hiduplah dua saudara yaitu JARAK dan PADETN, Jarak bekeluarga dan kawin dengan Cawan Madu (masih di daerah Sungkung) mempunyai anak bernama Tupeh. Pada saat Patih Domong Ria berkuasa, Tupeh juga ikut pindah ke Timawa Tamputn Juah. Untuk beberapa lama kemudian bekeluargalah Tupeh dan mempunyai anak bernama Luweh.

Masa Luweh tinggal di Timawa Tamputn Juah terjadilah suatu peristiwa yang sangat mengganggu kehidupan mereka, gangguan tersebut adalah serangan dari muet (hantu) yaitu apa saja yang dimasak oleh manusia semuanya berubah menjadi tinja/kotoran manusia, sehingga tidak bisa dimakan, itu lantaran dari permainan anak-anak muet (hantu) dengan anak manusia. 

Karena hal tersebut terjadi terus menerus, maka pindahlah rombongan Luweh oma Basua dan kawan-kawan kedaerah yang disebut TUNUH TAPADA, yang kemudian disebut BUNUO MAWA. Adapun rombongan yang ikut pindah dengan Luweh oma Basua tersebut adalah: Tiok oma pangkas, Roboh oma Litab, Sawak oma Bidak, Ape Oma Piei, Bel, oma Kuak, Tupis oma Tumpa,  Tilis oma Kula, Bayat oma Range, Bayat oma Ate, Jangkur oma Tue, Atos oma Sape, Ajis oma Bada, Jape oma Rampa (babei Tabuk), Pirit oma Singa (babei Bada), Sika, Bana, Tomek, Siru, Patah Lancok, Toncua Bugodik, dan Sadah Seguma.

Editor: Nikodemus Niko

Pos Terkait: