Pemdes Pusat Damai sosialisasi malam-malam ini yang dilakukan mereka

Untuk memastikan pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di daerah desa Pusat Damai, Pak Siprianus alias Joe dan kawan-kawan gugus Tugas Covid-19 mengadakan lagi sosialisasi Adaptasi Penggunaan Masker untuk kesekian kalinya. Sosialisasi dilaksanakan di Desa Pusat Damai pada malam hari tanggal 20 Juni 2020. Target/Sasarannya adalah tempat-tempat usaha/warung yang masih buka pada malam hari. Kegiatan ini dilaksanakan/dimulai pada pukul 10.00-00.00 WIB selama 2 jam. Aksi mereka bisa kita saksikan dalam screenshoot dibawah ini:

Selengkapnya...

Mau tau biaya Rapid test Covid19? Ini dia informasinya

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sanggau RSUD MTh. Djaman  membuka layanan Rapid test terbuka untuk umum. Jadi, masyarakat bisa memeriksa sendiri keadaannya apakah tertular Covid19 atau tidak. Mengenai biaya rapid test mencapai Rp 408.900/Test. Berikut rincian biaya berdasarkan Surat Peraturan Direktur Bernomor 20 Tahun 2020 tertanggal 15 Mei 2020 Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MTh. Djaman  Kabupaten Sanggau dr. H. Edy Suprabowo, MK.M berharap dengan dibukanya layanan rapid tes masyarakat Sanggau bisa secara mandiri memeriksa dirinya, sehingga mengetahui sedini mungkin apakah terjangkit Covid19 atau tidak.

Selengkapnya...

Terkait new normal, beginilah aksi pemerintah Pusat Damai

Pemerintah Desa Pusat Damai selalu mematuhi protokol kesehatan, hari ini kembali digelar aksi himbauan lansung berupa razia masker bagi warga yang sedang beraktifitas. Kepala desa Pusat Damai Siprianus ingin memastikan warga Pusat Damai mematuhi gaya hidup baru atau new normal, penting untuk bisa memutuskan rantai virus covid19. Aksi himbauan lansung kepada warga, untuk selalu menggunakan masker melibatkan pak Hadi Danramil dan kapolsek Parindu pak Sapja. “Kami memastikan warga Pusat Damai selalu memakai masker dan harus segera membiasakan diri dengan protokol kebiasaan baru atau new normal” begitu tutur pak Siprianus yang…

Selengkapnya...

New Normal akan berlansung, ini yang dilakukan oleh pak Acam wakil Ketua DPRD untuk Anak SD

Ketua DPC Hanura Sanggau sekaligus menjabat wakil ketua DPRD Sanggau pak Acam, SE membagikan banyak masker untuk anak-anak Sekolah Dasar di Tayan Hilir. Sekolah dasar yang mendapatkan pembagian masker adalah SDN 22 Tebang Benua, SDN 04 Danau Telok dan SDN 03 Pedalaman. “Kita berharap anak-anak SD ini diingatkan kembali oleh guru bahwa Covid-19 ini kasih ada, belum mereda,” ujarnya. Bantuan masker ini untuk mencegah atau mengantisipasi tertularnya Covid19 kepada anak-anak, pak Acam berharap dengan membagi bantuan masker kepada anak-anak beserta guru pengajar bisa terhindar dari Covid19. Para guru dan murid-murid…

Selengkapnya...

Hukum Adat

Didalam pola hidup orang Dayak, adat tidak hanya soal kebiasaan tetapi memiliki nilai dan kekuatan magis/spiritual. Oleh sebab itu didalam memutuskan sebuah keputusan hukum adat ia tidak hanya melihat aspek fisik tetapi juga aspek spiritual sebab jika sang pengambil putusan hukum adat tidak memperhatikan hal ini maka “Tulah” atau hukuman Yang Kuasa itu justru akan jatuh kepada sang pengambil keputusan. Apalagi jika Hukum Adat itu sudah dibisniskan hanya untuk mendapat keuntungan denda adat yang sangat besar misalnya. Adat dalam budaya Dayak Benuaq diyakini sebagai milik para Nayuq Adat (Dewata) dan…

Selengkapnya...

Sejarah terpisahnya Suku Dayak Tobak Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang.

Pada dasarnya Suku Dayak Tobak adalah satu Suku yang memiliki nenek moyang yang sama yaitu bermula dari daerah bernama Tebang Benua. Semua Suku Dayak Tobak. Entah itu dari Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang memiliki keyakinan yang sama tentang awal mula nenek moyang Suku Dayak Tobak di Tebang Benua. Oleh sebab itu, tak heran. Meski Suku Dayak Tobak berbeda daerah atau pun Kabupaten tapi meraka semua masih memiliki bahasa, tradisi, budaya dan adat istiadat yang sama. Lalu bagaimana Suku Dayak Tobak bisa terpisah hingga jauh berada di Kabupaten Ketapang?Jawabannya sederhana. Semua…

Selengkapnya...

Pengaruh media sosial bagi remaja

Tulisan tentang pengaruh media sosial bagi kaum remaja sudah cukup banyak diulas dan diterbitkan, namun saya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi bukan sebagai suatu kritik akan kehadiran media sosial tetapi berangkat dari sebuah kepedulian terhadap perkembangan remaja ditengah tantangan globalisasi.  Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan manusia modern. Hampir seluruh dimensi kehidupan manusia sudah dipengaruhi oleh media sosial, seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media sosial bukan hanya merupakan bagian dari gaya hidup, trending of life, tetapi sudah menjadi kebutuhan hidup saat ini, karena orang merasa tidak bisa hidup…

Selengkapnya...

Data Penerima Bantuan BLT Desa cempedak Viral di facebook, Aktivis mahasiswa asal Desa Cempedak angkat suara

Menyikapi isu yang sedang viral di facebook terkait data penerima bantuan BLT desa Cempedak kec. Tayan Hilir Kab. Sanggau yang diupload oleh akun @fransiskus chepy, dimana menurut beberapa netizen data tersebut belum tepat sasaran. Saya Heicun Antonius T. aktivis mahasiswa asal Desa Cempedak berpendapat bahwa : kurangnya informasi terkait dana bantuan BLT /BST tersebut dan ditambah lagi ada data yang terlanjur tersebar di media sosial Facebook, banyak pendapat netizen bahwa data penerima bantuan tersebut masih  belum tepat sasaran. Menjadi tanda tanya tersendiri bagi masyarakat, apalagi ada perbedaan statement yang menyatakan…

Selengkapnya...

Pertimbangkan, Ini 7 Keunggulan Telegram dibandingkan WhatsApp

WhatsApp adalah aplikasi yang paling banyak digunakan untuk mengirim pesan. Per Februari 2019, pengguna WhatsApp berjumlah 1,5 miliar yang tersebar di 180 negara! Bahkan, jumlahnya mengalahkan Facebook Messenger yang hanya memiliki 1,3 miliar pengguna di dunia. Namun, kamu harus mulai mempertimbangkan Telegram. Pasalnya, aplikasi ini tak kalah unggul dari WhatsApp! Simak yuk kelebihannya! 1. Mempunyai layanan penyimpanan Cloud droidviews.com Keunggulan pertama, Telegram punya layanan penyimpanan Cloud. Ini berarti semua pesan teks, gambar, video, dokumen dan file lainnya dapat disimpan di sana. Kita bisa bebas log-in atau log-out beberapa kali dari sejumlah perangkat secara bersamaan tanpa perlu…

Selengkapnya...

Pastor Dr. Valentinus Saeng, CP: Tolak Bala, Iman dan Ilmu

Orang Dayak, ketika ada situasi hidup yang darurat karena bencana alam atau wabah penyakit, melakukan ritual Tolak Bala. Istilah tolak bala mengandung arti MENCEGAH bila belum terjadi, MENGOBATI jika sudah terpapar dan MOHON PERLINDUNGAN (menguatkan roh/semengat) dalam situasi kritis itu. Dari kebiasaan itu, muncul pertanyaan: a) apakah tidak bertentangan dengan iman, karena kita sudah beragama; b) apakah secara ilmiah dapat dijelaskan, efektif dan mujarab (ilmu). Dari sudut iman, jika ritual tersebut dipahami sebagai permohonan kepada antu-jelu, roh nenek moyang dst…alias BUKAN kepada Tuhan, maka tindakan demikian BAGI ORANG YANG SUDAH…

Selengkapnya...

Profile Nadi Incumben Kades Tebang Benua Kec. Tayan Hilir Kab. Sanggau

Motto Hidup: Jadilah cahaya meskipun kecil mengeluarkan sinar untuk sesama VISI Kades:  MEMBANGUN DESA TEBANG BENUA YANG MANDIRI, KUAT, DAN KOMPETITIF. Mandiri: Mampu menghidupi, mengembangkan, dan memajukan diri sendiri berdasarkan potensi potensi yang ada di sekitar. Kuat: setelah mampu mandiri, maka harus kuat. Kuat di sini berarti mempunyai daya atau tenaga untuk maju dan berkembang. Daya yang mendorong seseorang untuk mencapai kesuksesan. Kuat juga berati teguh atau tidak mudah goyah dalam pendirian, dalam cita-cita, dalam iman, dalam mencapai tujuan hidup. Kekuatan seperti inilah yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan.…

Selengkapnya...

Pembentukan Panitia Gawai DAD Tayan Hilir

Sanggau Informasi, Danau Teluk, Minggu, 15 Maret 2020 bertempat di BLK SVD Danau Teluk, Kec. Tayan Hilir telah terbentuk PANITIA GAWAI DAYAK KAB. SANGGAU Thn.2020 Tk. Kec. Tayan Hilir.  Tahun ini pemilihan dan penetapan kepanitian lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya, supaya panitia bisa bekerja dengan leluasa dan maksimal. Sebelum pemilihan pengurus, peserta rapat merancang sistem kepanitian, yang dimulai dari filosofi yang mendasarinya, struktur kepanitian, rekrutmen duta cabang pertandingan. Filosofi sistem kerja kepanitiaan adalah menganut metode proses. Maksudnya panitia bukan mengejar hasil. Kita tidak bertujuan untuk mengejar piala atau menjadi “to…

Selengkapnya...

Nikodemus Niko : Sejarah Pudagi Silukua’ Rangka Kolik

PUDAGI Silukua’ Rangka Kolik diperkirakan sudah berumur 3I5an tahun dan ditemukan sekitar abad ke XVII oleh Lunteh Babei Gi’. Menurut cerita turun-temurun dari para orang tua penemuan PUDAGI ini dikisahkan sebagai berikut: Pada suatu hari di kampong Kalimantat Lunteh Babel Gi’ memasang Iju Tamput (bubu besar) di sungai Sekayam untuk mencari ikan guna menghidupi keluarganya. Pada pagi berikutnya Lunteh Babel Gi’ hendak melihat bubunya di sungai Sekayam mungkin ada ikan yang masuk kedalam bubu, tetapi apa yang ditemukan ternyata di depan bubu tersangkut dan melintang rangka kayu, oleh Lunteh babei…

Selengkapnya...

Nikodemus Niko : Sejarah Suku Dayak Jangkang

Suku Dayak Jangkang, salah satu suku dayak yang mendiami wilayah kecamatan Balai Sebut Kabupaten Sanggau provinsi Kalimantan Barat. Umumnya bermukim di bagian utara kabupaten Sanggau. Tepatnya di antara dua sungai besar, yaitu sungai Sekayam dan sungai Mengkiang, juga mendiami pesisir beberapa sungai kecil, seperti sungai Jangkang yang hanya selebar 1,5 meter. Namun, sungai ini adalah sumber mata air dari gunung Bengkawan, sehingga tidak pernah kering. Dahulu, suku Dayak Jangkang sangat ditakuti oleh suku-suku dayak lain yang berada di kabupaten Sanggau, karena mereka terkenal dengan sebutan pengayau ulung. Daerah pengayauan mereka…

Selengkapnya...

Nikodemus Niko : Timawa Tamputn Juah

Dayak Muara atau dalam bahasa Muara disebut OBIH NENGUH berasal dari TIMAWA TAMPUTN JUAH dekat Segomon Kecamatan Sekayam. Pada zaman dahulu kala kira-kira pada abad ke-IV hiduplah dua saudara yaitu JARAK dan PADETN, Jarak bekeluarga dan kawin dengan Cawan Madu (masih di daerah Sungkung) mempunyai anak bernama Tupeh. Pada saat Patih Domong Ria berkuasa, Tupeh juga ikut pindah ke Timawa Tamputn Juah. Untuk beberapa lama kemudian bekeluargalah Tupeh dan mempunyai anak bernama Luweh. Masa Luweh tinggal di Timawa Tamputn Juah terjadilah suatu peristiwa yang sangat mengganggu kehidupan mereka, gangguan tersebut adalah serangan dari…

Selengkapnya...

Sejarah Sub Suku Dayak Obih Nenguh

Menurut cerita dari orang tua-tua dahulu, nun jauh di hulu Sungai Sekayam di daerah Sungkung (Sempatung Sekajang Pala Pasang), Pada  zaman LAMPOK POCAH (Lampok = pulampok, sejenis perahu dan pocah =poruh/retak) diperkirakan gelombang, datangnya rombongan dari daratan Tiongkok yang mengungsi dan mencari daerah baru, timbullah cerita/legenda manusia pertama yang mendiami daerah ini yaitu ”Siantuk Antuk dan Siawang Awang, Jimpete dan Jimpere, Cawan Madu dan Cawan Gula, Bengkawan dan Dara Karinoat,Padet dan Jarak,Juaka dan Dara punai” (yang menurunkan Adat Istiadat dan Rukun Adat). Peristiwa demi peristiwa terjadi, timbullah suatu cerita /legenda di Sengkajang Pala Pasang. Sengkajang Pala Pasang…

Selengkapnya...

Nikodemus : Sejarah Suku Dayak Jangkang

Suku Dayak Jangkang, salah satu suku dayak yang mendiami wilayah kecamatan Balai Sebut Kabupaten Sanggau provinsi Kalimantan Barat. Umumnya bermukim di bagian utara kabupaten Sanggau. Tepatnya di antara dua sungai besar, yaitu sungai Sekayam dan sungai Mengkiang, juga mendiami pesisir beberapa sungai kecil, seperti sungai Jangkang yang hanya selebar 1,5 meter. Namun, sungai ini adalah sumber mata air dari gunung Bengkawan, sehingga tidak pernah kering. Dahulu, suku Dayak Jangkang sangat ditakuti oleh suku-suku dayak lain yang berada di kabupaten Sanggau, karena mereka terkenal dengan sebutan pengayau ulung. Daerah pengayauan mereka…

Selengkapnya...

Pentingnya pendidikan untuk suku Dayak (Secara Khusus Bagi Sub Suku Dayak Tobag)

PENGANTARPendidikan merupakan sarana yang penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Oleh sebab itu, penting juga pendidikan dimiliki oleh setiap orang. Salah satu faktor pokok dalam peradaban manusia di dunia ini yang telah membawa banyak perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan yang begitu cepat dan pesat tidak bisa dipungkiri adalah faktor pendidikan. Menyikapi keadaan atau perubahan yang sudah dan sedang dan yang akan terjadi, maka ada satu hal yang perlu menjadi kesadaran bagi setiap orang, yang mana hal tersebut Betapa Pentingnya Pendidikan bagi semua suku Dayak, secara khusus bagi Sub Suku Dayak Tobag. Dengan memperhatikan…

Selengkapnya...

MUNJONG : IKON BUDAYA DAYAK TOBAG

Dalam Raker DAD Kec. Tayan Hilir pada  Sabtu, 15 Februari 2020, muncul ide dan diskusi serius tentang ikon budaya suatu daerah atau suku di kecamatan Tayan Hilir. Diskusi hangat ini terjadi karena dua hal. Pertama, muncul kegalauan yang melanda batin masyarakat Dayak di kecamatan Tayan Hilir atas  pencaharian  identitas budaya yang belum menemukan diri sejati. Sebenarnya diri sejati itu sudah ada secara alamiah bersamaan dengan adanya budaya itu sendiri, tetapi belum mendapat legitimasi publik. Kedua,  kerinduan dan harapan yang ditaruhkan pada DAD untuk menggali, mengidentifikasi, dan memproklamasi diri sejati itu…

Selengkapnya...

Selamet Heryadi : Calon kepala desa Tebang Benua periode 2020-2026

Selamet Heryadi adalah anak pertama dari pasangan Alm. Mohadi Ata dan Ibu Asit. Lahir di Tebang Benua pada tanggal 04 Nopember 1983. Tamatan SMA Negeri Tayan Hilir  pengalaman  bekerja  di perusahaan swasta yakni PT. SBI MILL-Royal Group, dari tahun 2004 hingga sekarang, menjabat sebagai Kasi Administrasi Office Production dan dipercaya sebagai anggota Majelis GKE Tebang Benua hingga sekarang. Istri bernama Liana dan memiliki tiga orang anak perempuan. Selamet Heryadi terlahir dari seorang mantan Kades Tebang Benua yang pernah menjabat selama dua periode. Terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai calon kepala desa…

Selengkapnya...

Profile Calon Kepala Desa Tebang Benua

Nadi adalah seorang kades incumbent dan sekaligus wakil ketua majelis GKE Tebang Benua. Menilai keberhasilan dan kepantasan kepemimpinan seorang calon kades, tidak cuma dari visi dan misi yang brilian, tetapi terlebih dari rekam jejak yang bersangkutan. Rekam jejak bapak Nadi sebagai seorang incumbent dapat dilihat dari dua sisi: Pertama, dari segi formal adalah pengakuan prestasi dari atasan yang berupa piagam penghargaan. Selama 5 tahun lebih kepemimpinan beliau, hampir setiap tahun menerima piagam penghargaan dari bupati. Kedua, realitas pembangunan rohani, mental, dan fisik. Dalam 5 tahun kepemimpinann beliau, banyak proyek infrastruktur yang…

Selengkapnya...

DAD Tayan Hilir Perjuangkan Reklamasi Ke Perusahaan Tambang

Dalam acara Sosialisasi PT Kapuas Bara Mineral dengan masyarakat desa Melugai dan desa Emberas, DAD diundang dalam kapasitas sebagai perwakilan masyarakat adat. Undangan ini entah karena formalitas atau tulus, saya memaknai sebagai sebuah pengakuan akan peran lembaga adat dalam aspek sosial ekonomi dan adat istiadat. Pada kesempatan sambutan, Camat Tayan Hilir, Bpk. Lovianus sangat bagus mengutarakan buah pikirannya. Pertama beliau menanyakan legalitas formal dan kultural atas ijin operasional perusahaan. Kedua, beliau berharap kehadiran perusahaan harus mempunyai dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja, membuat jalan…

Selengkapnya...

RESUME AUDIENSI PERUSAHAAN DAN DAD KECAMATAN TAYAN HILIR

Audiensi Perwakilan Perusahaan dan DAD dilakukan di aula paroki St. Petrus Kanisius Tayan Hilir pada Sabtu, 15 Februari 2020 jam 10.00- 12.15. Pihak perusahaan dihadiri oleh 15 kelompok perusahaan dari 25 undangan yang diberikan. Ketidakhadiran 10 kelompok perusahaan dengan rincian 4 perusahaan ada pemberitahuan dengan alasan yang jelas, sedangkan  6 perusahaan lagi dengan tanpa pemberitahuan. (Daftar hadir perwakilan perusahaan terlampir) Tujuan audiensi ini adalah Mensinergikan visi misi Perusahaan yang bekerja di wilayah kecamatan Tayan Hilir dengan DAD sebagai manifestasi dan refresentasi masyarakat Adat Dayak dalam bentuk kerjasama yang konstruktif dalam…

Selengkapnya...

Peranan Hukum Adat Terhadap Perusahaan Di Wilayah Kecamatan Tayan Hilir

Berdasarkan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 18B  ayat 2 Negara Kesatuan Republik Indonesia mengakui dan menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Adat yang ada di Masyarakat Adat.   Hal  ini berarti secara hukum, Negara mengakui dan menghormati  hal-hal yang berkaitan dengan adat, hukum adat dan hak-hak tradisional masyarakatnya.  Hukum adat  merupakan suatu aturan  yang mengatur  tatanan kehidupan  Masyarakat Adat di wilayah tinggalnya masing-masing  atau suatu aturan yang mengatur kehidupan Masyarakat Adat dengan Sang Pencipta dan sesamanya serta orang lain yang bersifat lokal yang telah dilakukan turun-temurun. “Di mana Bumi Dipijak, Di Situ…

Selengkapnya...

Whino : Bau sampah pasar Senggol Pusat Damai menyengat ada yang berulat

Saya sudah lama complain kepada pengelola pasar senggol Bodok/Pusat damai tentang sampah bulu ayam di kawasan Pasar senggol yang tidak dibuang sebelum Natal sampai tahun baru sehingga sudah berulat dan mengeluarkan bau yang tidak sedap atau menyengat. Saya agak merasa malu menawarkan tamu datang Natalan dan merasa tidak nyaman ada yang Natalan ke rumah mencium aroma amoniak dari kotoran dan bulu ayam. Pedagang sayur yang dekat situ juga complain. Ada lepas tangan antara pengelola pasar senggol dan pihak desa ataupun pihak kecamatan !!!!! Hanya satu saran saya, mohon pihak desa…

Selengkapnya...

Penyaluran Sepatu ke Sekolah-sekolah yang membutuhkan

Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sanggau sudah membuat Bank Sepatu dan saatnya menyalurkannya ke kampung-kampung. Hari ini Minggu 15 Desember 2019 Hubertus Vinsencius Wake Ketua Komcab Pemuda Katolik  0812-5369-9364 turun lansung ke lapangan ke kampung : Dusun Mobui Kec. Kembayan Dusun Temiang Keranjik (Padi Kayek) Kec. Balai Batang Tarang

Selengkapnya...

Struktur Kepengurusan DAD Tayan Hilir periode 2019-2025

Tidak ada yang disembunyikan semua demi kebenaran dan transparansi demikianlah pernyataan ketua DAD Tayan Hilir periode 2019-2025 pak Victorianus Yanto Laung. Berikut struktur para aktivisi sosial kepengurusan Dewan Adat Dayak kecamatan Tayan Hilir: VISI: Bersama Mengembangkan dan Memperkuat DAD secara Internal dan Eksternal MISI: Meningkatkan transparansi keuangan dengan membuat laporan rutin dan audit berkala. Mengembangkan Sumber Daya Manusia dengan memberikan pelatihan untuk pengurus adat serta animasi budaya Dayak untuk kaum muda Mengembangkan Budaya Orang Dayak di Kec. Tayan Hilir dengan menggali tradisi lisan ke tradisi tulisan dalam bingkai IT seperti…

Selengkapnya...

Gebrakan DAD Tayan Hilir terkait rekrutmen tenaga kerja BUMN PT Antam dan PT ICA

Tayan Hilir, Selasa 3 Desember 2019. Victorianus Yanto Laung ketua DAD Tayan Hilir bersama kepala desa Nadi kades Tebang Benua, Toni Kades Sungai Jaman, Bison Kades Bunut, Kilung kades Cempedak, Loleksius kades Sejotang, Atin kades Subah, divisi hukum DAD Alung dan Anton dan beberapa tokoh Dayak lainnya tatap muka berkunjung atau audiensi dengan PT. Antam dan ICA. Terkait permasalahan yang kerap merugikan putra daerah. Hasil audiensi diresum sebagai berikut: Tenaga Kerja PT. Antam adalah korporasi BUMN, maka dalam rekrutmen tenaga kerja mengikuti regulasi pemerintah yaitu mengikuti ujian secara nasional, terutama…

Selengkapnya...

Yanto Laung : Bisnis alternatif di tengah krisis

Tebang Benua, Karet, bakwan maupun getah, sebagai penyangga utama ekonomi rumah tangga mayoritas masyarakat Dayak di kecamatan Tayan, mengalami stagnasi harga selama beberapa tahun terakhir ini, bahkan cendrung menurun dalam beberapa bulan terakhir ini. Harga per tanggal 28 September 2019 di kios desa Tebang Benua adalah Rp. 5.700,-/kg. Bila dibandingkan komoditi industri, kita mengalami inflasi lokal yang sangat tinggi. Bandingkan untuk membeli 1 liter bensin, kita butuh 1,4 kg karet. 1 cangkir kopi di warung kita harus jual 0,96 kg karet. Bahkan bila dibandingkan dengan komodi lokal lain, seperti beras…

Selengkapnya...