HUKUM – HUKUM ALAM

Sanggau Informasi

Ada banyak hal yang bisa membawa Anda untuk sukses atau tidak dalam segala hal. Apakah itu dalam bisnis, hubungan sosial, hubungan dengan Tuhan, maupun hubungan antar-manusia. Prinsipnya, semuanya tergantung bagaimana kita memahami hukum alam semesta. Apa itu hukum alam semesta? Berikut ulasan Andri Ariestianto, maestro Glutera Indonesia, untuk Anda semua.   

ALAM Semesta ini adalah sebuah sistem yang dibuat oleh Tuhan yang maha Esa untuk mengakomodir setiap kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk manusia. Tujuh hukum alam semesta merupakan hukum dasar yang melandasi segenap peristiwa yang terjadi. Dasar dari segala peristiwa ini coba dijelaskan baik dari sudut pandang agama / religion / spiritual dan science / ilmu pengetahuan.

Manusia dengan alam, termasuk manusia dengan dengan manusia lain atau makhluk lain, sebenarnya terhubung dengan erat, karena saling terjadi perambatan energi (gelombang) antara manusia dengan alam. Dan dengan makhluk lainnya dengan demikian setiap energi yang dikeluarkan manusia akan berdampak pada alam dan makhluk lainnya.

Jumlah energi di alam semesta menurut Hukum Kekekalan Energi bersifat tetap. Ia tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Artinya, energi di alam semesta jumlahnya sama. Sejak awal penciptaan hingga kemusnahannya nanti. Ia hanya berubah bentuknya.

Tuhan menciptakan alam semesta secara sempurna dan tidak mungkin melakukan tambal sulam. Semuanya telah disiapkan secara lengkap, termasuk besaran energi di dalamnya. Walaupun jumlahnya selalu tetap, energi dapat berubah bentuk.

Dalam proses-proses alam, terkadang air berubah menjadi uap. Kayu berubah menjadi bara api. Uranium menjadi bom. Listrik menjadi tenaga gerak dan lain sebagainya. Ketika beraktifitas sehari-hari, kita juga mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Gerakan tangan menjadi sebuah tulisan. Berolahraga menghasilkan badan sehat. Menuntut ilmu menghasilkan luasnya wawasan. Senyuman menghasilkan rasa cinta. Energi amarah menghasilkan rasa takut. Kunjungan ke rumah seseorang menghasilkan keakraban dan lain sebagainya. Yang pasti, bagaimanapun berubahnya, jumlah energi pasti selalu tetap. Tidak ada energi yang hilang dan tidak ada yang ditambahkan.

Setiap hari kita mengeluarkan energi; ketika kita bekerja, menjamu tetangga, maupun ketika mengajar anak-anak tentang kesalehan. Semua tidak akan sia-sia, karena energi itu tidak hilang. Energi itu akan menghasilkan energi dalam bentuk lain yang dapat kita rasakan.

Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi, nilai energi yang kembali, pasti sama dengan nilai energi yang dikeluarkan. Energi yang kita keluarkan ini tersimpan di alam.

Bila Anda mengeluarkan energi sebesar 10, maka Anda pasti akan mendapatkan balasan senilai 10. Jadi ini sesuai dengan Hukum Newton 3:

yaitu hukum sebab akibat yang berbunyi sebagai berikut: ”Apabila sebuah benda pertama mengerjakan sebuah gaya pada benda kedua, maka benda kedua akan memberikan gaya dengan besar yang sama kepada benda pertama, namun dengan arah yang berlawanan.”

Ternyata energi di dunia ini ada dua kategori berdasarkan persepsi manusia. Yaitu energi positif dan energi negatif. Bila kita melakukan aktivitas positif, maka itu adalah energi positif. Sebaliknya bila kita melakukan perbuatan negatif, maka itu adalah energi negatif.

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. (Hukum Newton 3 atau hukum sebab akibat).

Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan, maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan, maka kita pun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Pos Terkait:

Komentar