Gawai Adat Dayak XIX Nosu’ Minu Podi Kabupaten Sanggau: Mempertahankan Budaya dan Menghadapi Tantangan Pembangunan

Gawai Adat Dayak XIX Nosu’ Minu Podi Kabupaten Sanggau adalah acara adat tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Dayak. Pada tahun 2023, acara tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Barat, Ignatiu IK, pada Jumat (07/07/2023) di Rumah Radangk Dori’ Mpulor. Acara ini tidak hanya memiliki nilai penting dalam memperkuat keberlanjutan budaya adat Dayak, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sanggau.

Dalam sambutannya, Bupati Sanggau bapak Paolus Hadi mengungkapkan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat adat Dayak, terutama di Kabupaten Sanggau, atas kurangnya kontribusi yang telah diberikan selama kepemimpinannya. Bupati menyadari masih banyak masalah yang harus diselesaikan, dan dia berkomitmen untuk melakukan perbaikan. Salah satu contohnya adalah perbaikan jalan di Semayang yang menjadi keluhan warga Kembayan. Bupati mengumumkan bahwa anggaran sebesar Rp 42 miliar akan dialokasikan untuk memperbaiki jalan tersebut, dengan bantuan dari pihak lain.

Bupati Paolus Hadi juga meminta Gubernur Kalimantan Barat untuk segera mengadakan lelang proyek pekerjaan jalan di Kecamatan Jangkang yang telah lama menjadi keluhan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Jangkang merasa frustasi karena jalan di daerah mereka tidak diperbaiki. Bupati menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah tanggung jawab Bupati, melainkan Pemerintah Provinsi. Namun, ia berharap agar proyek tersebut dapat segera dilaksanakan melalui proses lelang, untuk menjawab aspirasi masyarakat Jangkang.

Selain itu, Bupati juga memberikan informasi bahwa pekerjaan jalan di Meliau-Tayan sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya upaya nyata dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah infrastruktur yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Sanggau khusus kecamatan Meliau dan Tayan Hilir.

Gawai Adat Dayak XIX Nosu’ Minu Podi Kabupaten Sanggau bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya adat Dayak. Dengan adanya dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah, diharapkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, termasuk masalah infrastruktur, dapat segera teratasi. Pembangunan yang berkelanjutan dan adil dapat berjalan dengan baik demi kemajuan Kabupaten Sanggau.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mantan Gubernur Kalimantan Barat yang juga Anggota DPR RI Cornelis, Anggota DPR RI Adrianus Asia Sidot, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat Cornelius Kimha, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Jumadi, Wakil ketua Acam, SE dan Timotius Yance, S.Kom beserta anggota, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Sanggau-Sekadau, Pangeran Ratu Surya Negara H. Gusti Arman, perwakilan Dewan Adat Dayak Sarawak, Malaysia, dan para tokoh adat lainnya di Kabupaten Sanggau.

Partisipasi tokoh-tokoh penting ini menunjukkan dukungan mereka terhadap pelestarian budaya adat Dayak dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. Semoga melalui Gawai Adat Dayak XIX Nosu’ Minu Podi Kabupaten Sanggau, kekayaan budaya Dayak dapat terus dijaga dan dilestarikan, sementara tantangan pembangunan dapat diatasi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *