Beginjan, 27 Mei 2026. Komunitas Masyarakat Adat Dayak Tobag Dusun Beginjan, Desa Beginjan, kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau kembali melaksanakan Ritual Meruba Tiang Bendera Keramat Raja Tungkat Rakyat Tahun 2026 sebagai bentuk pelestarian adat dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat adat, tokoh pemerintahan, tokoh agama, tokoh pemuda, serta Raja Kerajaan Hulu Aik.
Dalam sambutannya, Raja Kerajaan Hulu Aik, Petrus Singa Bansa menegaskan pentingnya menjaga tradisi, adat-istiadat, dan budaya Dayak agar tidak tergerus perkembangan zaman. Ia juga mengajak masyarakat Dayak untuk terus melaksanakan Ritual Meruba sebagai bentuk mempertahankan nilai-nilai luhur leluhur. Selain itu, Raja menyampaikan harapan agar masyarakat Dayak dapat mencapai kedaulatan di bidang politik, ekonomi, dan budaya melalui pendidikan serta keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah dan negara.

Raja juga menyampaikan rencana pelaksanaan Ritual Meruba tahun 2027 yang akan dimulai di Dusun Beginjan dan dilanjutkan di Dusun Modang, Desa Bagan Asam. Beliau turut menekankan pentingnya pengelolaan struktur organisasi, administrasi, serta komitmen para pengurus dan pawang dalam menjaga Situs Tiang Bendera Keramat Raja Tungkat Rakyat agar tetap terawat dan terhindar dari persoalan di kemudian hari.
Sementara itu, Temenggung Adat Desa Beginjan, Yasentes menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Raja Kerajaan Hulu Aik dalam kegiatan tahun ini. Menurutnya, kehadiran Raja menjadi kerinduan masyarakat karena pada beberapa kegiatan sebelumnya beliau tidak dapat hadir. Ia berharap kegiatan Meruba pada tahun-tahun mendatang dapat terus dihadiri Raja Kerajaan Hulu Aik serta tetap menjadi kebanggaan masyarakat Desa Beginjan sebagai warisan leluhur yang wajib dijaga bersama.
Perwakilan panitia sekaligus unsur pemuda Komunitas Adat Dayak Tobag, F. Yance mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah bergotong royong sehingga kegiatan Ritual Meruba Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, tidak memperpanjang perbedaan pendapat menjadi konflik, serta mendorong generasi muda agar lebih mengenal adat-istiadat dan budaya sendiri demi membentuk pribadi yang berjati diri dan berbudi luhur.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag, Arianto menegaskan pentingnya melengkapi administrasi hibah tanah dan rumah tempat berdirinya Tiang Bendera Keramat Raja Tungkat Rakyat. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam melestarikan situs adat tersebut.
Kegiatan Ritual Meruba Tahun 2026 dihadiri oleh Raja Kerajaan Hulu Aik, Domong Kerajaan Hulu Aik, anggota DPRD Kabupaten Sanggau, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat adat Dayak Tobag Desa Beginjan. Panitia kegiatan diketuai oleh Yuvinus Sumin dengan Sekretaris Fransiskus Acion dan Bendahara Sopia.
| No | Narasumber / Unsur | Pokok Penyampaian |
|---|---|---|
| 1 | Raja Kerajaan Hulu Aik – Bp. Petrus Singa Bansa | Menjadwalkan Ritual Meruba Tahun 2027 dimulai di Dusun Beginjan lalu dilanjutkan di Dusun Modang. |
| 2 | Raja Kerajaan Hulu Aik – Bp. Petrus Singa Bansa | Menghimbau masyarakat Dayak menghidupkan kembali tradisi, adat-istiadat, dan budaya agar tidak tergerus zaman. |
| 3 | Raja Kerajaan Hulu Aik – Bp. Petrus Singa Bansa | Mengajak masyarakat terus melaksanakan Ritual Meruba sebagai upaya mempertahankan tradisi leluhur. |
| 4 | Raja Kerajaan Hulu Aik – Bp. Petrus Singa Bansa | Menjelaskan pentingnya Dayak berdaulat secara politik, ekonomi, dan budaya. |
| 5 | Raja Kerajaan Hulu Aik – Bp. Petrus Singa Bansa | Menegaskan pentingnya manajemen dan tanggung jawab pengelolaan Tiang Bendera Keramat Raja Tungkat Rakyat. |
| 6 | Temenggung Adat Desa Beginjan – Bp. Yasentes | Menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Raja Kerajaan Hulu Aik pada Ritual Meruba Tahun 2026. |
| 7 | Temenggung Adat Desa Beginjan – Bp. Yasentes | Berharap kegiatan Meruba tahun berikutnya kembali dihadiri Raja Kerajaan Hulu Aik. |
| 8 | Temenggung Adat Desa Beginjan – Bp. Yasentes | Menyebut situs Tiang Bendera Keramat dan Ritual Meruba sebagai kebanggaan masyarakat Desa Beginjan. |
| 9 | Perwakilan Panitia, BPD dan Pemuda – F. Yance | Mengapresiasi seluruh masyarakat atas terlaksananya kegiatan dengan semangat gotong royong. |
| 10 | Perwakilan Panitia, BPD dan Pemuda – F. Yance | Mengajak masyarakat menjaga nilai luhur dan tidak menjadikan perbedaan pendapat sebagai perselisihan. |
| 11 | Perwakilan Panitia, BPD dan Pemuda – F. Yance | Mengajak generasi muda mempelajari adat-istiadat dan budaya leluhur. |
| 12 | Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag – Bp. Arianto | Menegaskan perlunya surat pernyataan hibah tanah/rumah Tiang Bendera Keramat. |
| 13 | Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag – Bp. Arianto | Mengusulkan Agenda Meruba menjadi milik Benua Adat Dayak Tobag, Damang Ria. |
| 14 | Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag – Bp. Arianto | Menghimbau melanjutkan rehab/pemugaran Rumah Mangku sebagai rumah ritual adat Meruba. |
| 15 | Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag – Bp. Arianto | Mengajak menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pelestarian situs adat. |
| 16 | Unsur Kehadiran Acara | Dihadiri Raja Kerajaan Hulu Aik, DPRD Kabupaten Sanggau, Pemerintah Desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat adat Dayak Tobag. |
| 17 | Panitia Meruba Tahun 2026 | Ketua: Yuvinus Sumin, Sekretaris: Fransiskus Acion, Bendahara: Sopia. |
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

