Kepolisian Daerah Kalimantan Barat secara resmi menerima pengerahan sebanyak 300 personel BKO Brimob. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II dalam rangka menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan Barat, pada Selasa (25/8).
Pengiriman pasukan BKO tersebut telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Kehadiran tambahan personel ini merupakan wujud nyata perhatian serta respon cepat Polri dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di daerah.
Perkuat Satgas Aman Nusa II hingga Tingkat Masyarakat
Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel penerimaan personel BKO tersebut. Di hadapan para awak media, beliau menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam menangani permasalahan karhutla di wilayah hukum Polda Kalbar.
Menurutnya, Polda Kalbar sebelumnya telah menyiagakan sebanyak 2.298 personel Polri yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa II. Dengan adanya tambahan 300 personel Brimob serta 8 personel pendukung sosialisasi, kekuatan satgas ini dinilai semakin optimal untuk melakukan penanganan hingga ke tingkat masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi secara langsung (door-to-door).
Fokus Zona Prioritas dan Wilayah Atensi
Dalam pelaksanaan operasi penanggulangan karhutla ini, Polda Kalbar membagi fokus pengamanan dan pemadaman ke dalam beberapa zona prioritas di delapan kabupaten. Wilayah tersebut meliputi:
- Atensi Khusus: Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi.
- Antisipasi Wilayah Perbatasan: Kabupaten Sambas dan Sanggau.
- Wilayah Tengah & Selatan: Kabupaten Bengkayang, Mempawah, serta Kayong Utara.
Strategi Mengatasi Keterbatasan Air
Menanggapi tantangan utama di lapangan berupa keterbatasan sumber air di lokasi karhutla, Polda Kalbar bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Polres jajaran telah menyiapkan sejumlah strategi taktis. Langkah yang diambil antara lain pembuatan sumur bor di titik-titik koordinat rawan karhutla.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan pasokan air pada embung dan parit di sekitar lokasi potensial kebakaran. Upaya penyediaan air ini dilakukan baik melalui swadaya masyarakat maupun dengan menggandeng perusahaan-perusahaan terdekat untuk membantu mendistribusikan air pemadaman.
Sumber informasi: Kabar Sanggau (Pemerintah Kabupaten Sanggau)
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.