SANGGAU, 30 Agustus 2026 β Ada saatnya kita berhenti sejenak dan menyadari bahwa udara yang kita hirup hari ini bukan lagi udara yang sama seperti biasanya.
Kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Sanggau. Kualitas udara telah berada pada Level Darurat (Berbahaya), seiring melonjaknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2,5 akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ini bukan lagi sekadar persoalan lingkungan. Ini tentang napas kita, kesehatan keluarga kita, paru-paru anak-anak kita, dan masa depan generasi yang akan datang.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla yang berlaku sejak 24 Agustus hingga 6 September 2026.
Status ini bukan sekadar tulisan di atas kertas. Ini adalah tanda bahwa keadaan membutuhkan langkah cepat, komando yang terintegrasi, dan seluruh kekuatan dikerahkan untuk melindungi masyarakat.
Bumi Sanggau adalah rumah besar kita dan ketika rumah kita sedang diselimuti asap, tidak mungkin kita hanya berdiri melihatnya. Tidak mungkin keselamatan hanya dibebankan kepada pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam, atau Satgas Karhutla.
Saatnya seluruh masyarakat bergerak. Saatnya gotong royong kembali menjadi kekuatan kita. Wakil Bupati Sanggau sekaligus Komandan Satgas Karhutla, Susana Herpena, S.Sos., MH. menyerukan gerakan kemanusiaan bersama kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sanggau.

- LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA
Dalam kondisi udara berbahaya, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
Jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker N95 sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap paparan partikel halus PM2,5.
Jajaran pemerintah mulai dari kabupaten, kecamatan, desa hingga dusun bersama TNI/Polri diminta melakukan pengawasan dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi serta perlindungan yang diperlukan.
Sebab terkadang, menyelamatkan keluarga tidak membutuhkan tindakan besar.
Cukup dengan satu keputusan sederhana: memilih tetap aman di rumah ketika tidak ada kebutuhan mendesak untuk keluar.

- JANGAN BIARKAN SAUDARA KITA BERJUANG SENDIRIAN
Di tengah bencana, kepedulian menjadi sangat berarti. Bantuan air bersih, masker, dan kebutuhan dasar lainnya perlu digerakkan bersama. Satgas Karhutla, relawan, organisasi masyarakat, dan kaum muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.
Posko-posko terdekat harus diaktifkan. Patroli terpadu harus diperkuat.
Dan jika melihat titik api sekecil apa pun, segera laporkan.
Begitu pula apabila ada warga yang mengalami gangguan kesehatan atau gejala ISPA, jangan menunggu kondisi memburuk. Segera cari pertolongan medis.
Karena dalam situasi seperti ini, kepedulian sekecil apa pun bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti bagi orang lain.
- KEPADA PARA PELAKU USAHA DAN INVESTOR, SAATNYA HADIR
Kepada para pelaku usaha dan investor yang tumbuh dan menanamkan investasi di Bumi Sanggau, pemerintah mengetuk pintu kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Di masa darurat seperti ini, sektor swasta diharapkan hadir bersama pemerintah.
Bantu kebutuhan logistik. Dukung sarana pemadaman. Perkuat pengawasan di wilayah konsesi masing-masing dan pastikan tidak ada api yang dibiarkan berkembang.
Sebab investasi tidak hanya berbicara tentang keuntungan hari ini.
Investasi juga berbicara tentang masa depan tanah tempat kita berpijak.
Jika alam rusak, pada akhirnya semua pihak akan merasakan dampaknya.
- BAGI PETANI, JANGAN MEMBUKA LAHAN SENDIRIAN
Bagi masyarakat yang memiliki rencana membuka ladang dan belum melakukan pembakaran, wajib berkoordinasi dan melapor terlebih dahulu kepada Satgas Karhutla di tingkat desa atau kecamatan.
Satgas akan membantu pemetaan, pengaturan jadwal pembakaran secara bergiliran, serta melakukan pengawasan di lapangan.
Jangan mengambil keputusan sendiri. Jangan menyalakan api tanpa pengawasan.
Satu titik api mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika angin berubah arah dan api membesar, dampaknya bisa jauh melampaui apa yang kita bayangkan.
Jangan sampai api yang kita nyalakan untuk membuka lahan justru menjadi asap yang harus dihirup oleh anak-anak kita.
- MEDIA DAN PERS, JADILAH PENJAGA INFORMASI
Kepada seluruh rekan media dan insan pers, dukungan sangat dibutuhkan.
Sampaikan informasi yang cepat, akurat, dan mencerdaskan. Bantu masyarakat memahami kondisi udara, protokol kesehatan, aturan pembukaan lahan, serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukan titik api.
Di tengah kepanikan, informasi yang benar adalah cahaya.
Jangan biarkan hoaks mengalahkan fakta. Jangan biarkan kepanikan mengalahkan solidaritas.
SANGGAU ADALAH RUMAH KITA
Hari ini mungkin yang kita lihat hanyalah kabut. Tetapi di balik kabut itu ada wajah anak-anak yang tetap ingin bermain. Ada orang tua yang ingin menghirup udara tanpa rasa khawatir. Ada petani yang ingin kembali bekerja. Ada keluarga yang hanya ingin hidup dengan tenang.
Mereka semua adalah bagian dari Sanggau.
Karena itu, perjuangan melawan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah.
Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita.
Mari lindungi Sanggau. Lindungi keluarga. Lindungi anak-anak kita. Lindungi mereka yang paling rentan.
Jangan hanya bertanya, βSiapa yang harus bertindak?β
Mari bertanya kepada diri sendiri:
Apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk menyelamatkan rumah kita?
Dari pemerintah, petugas, pelaku usaha, petani, relawan, pemuda, media hingga masyarakat biasaβsemuanya memiliki peran.
Karena Sanggau bukan hanya sebuah wilayah di peta.
Sanggau adalah rumah besar yang kita wariskan kepada generasi berikutnya.
Dan rumah itu harus kita jaga, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita nanti.
Mari bergerak bersama. Mari gotong royong. Mari selamatkan Sanggau.
“Terima kasih atas kerja sama, pengertian, dedikasi, dan semangat gotong royong seluruh instansi, pelaku usaha, organisasi, relawan, serta masyarakat Kabupaten Sanggau. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Sanggau dalam menghadapi kondisi ini” Demikian ucapan terima kasih komandan Satgas Karhutla Susana Herpena, S. Sos., MH. yang juga sebagai wakil Bupati Sanggau.
Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.